Senin, 25 Oktober 2010

Sholat Isya Boleh Diakhirkan

Sholat Isya boleh diakhirkan, bahkan menurut sebagian pendapat lebih utama diakhirkan.
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Seandainya aku tidak memberatkan umatku, aku perintahkan mereka untuk mengakhirkan/menunda shalat Isya` hingga 1/3 malam atau setengahnya.." (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmizy).

Dari anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah SAW menunda shalat Isya` hingga tengah malam, kemudian barulah beliau shalat. (HR Muttafaqun Alaihi).

Para ulama sebagiannya mengatakan bahwa waktu pelaksanaan shalat Isya hingga agak larut merupakan waktu mukhtar (pilihan). Akan tetapi sebaiknya tidak tidur dulu sebelum shalat 'Isya'. Sebab hal ini akan beresiko terlewat, selain memang merupakan hal yang tidak disukai.

Selasa, 12 Oktober 2010

Fiqh Komunikasi via Internet/SMS

1. Salam.

a. Disunnahkan untuk menyapa dengan salam Islam (recipient orang islam).

"Dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin al’Ash radhiyallahu’anhuma bahwa seorang lelaki
bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, “ajaran Islam yang manakah
yang paling baik”? Beliau menjawab, “Kamu memberi makan (orang yang membutuhkannya),
dan kamu mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal”.
(HR Bukhari 4684 dan Muslim 993)."

Kecuali utk sms hp, tdk terlalu dianjurkan (namanya juga SMS - Short Message
Sending), krn terlalu terbatas.

b. Wajib untuk menjawab salam.

"Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu
dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah
memperhitungkan segala sesuatu”. (QS. an-Nisa: 86)"

Kecuali utk sms (alasannya seperti 1a).


2. Tidak menulis seluruh kata dengan huruf kapital.
Ini masalah etika yang berlaku di dunia maya, bukan hadits khusus tulisan latin).
Karena huruf kapital seluruhnya melambangkan kemarahan. Lagipula kalo dibaca juga
nggak enak kan.

4. Menjawab pesan yang masuk.

a. Untuk pengirim yang kita kenal, kita diwajibkan untuk menjawabnya (alasannya
seperti poin 1b). Salam aja wajib kita jawab, demikian juga yang lain.

"Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu, Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
'Barang siapa melepaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Alloh
akan melepaskan darinya kesusahan di hari kiamat, barang siapa memudahkan urusan
(mukmin) yang sulit niscaya Alloh akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat.
Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Alloh akan menutup aibnya di dunia dan
akhirat. Alloh akan menolong seorang hamba, selama hamba itu senantiasa menolong
saudaranya...'" (HR. Muslim, Hadits Arbain ke-36)

b. Untuk pejabat publik yang menerima banyak pesan yang masuk, wajib mengangkat staff
yang mengurusi ini. Apalagi ini termasuk bagian dari amanah.
"Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya". (QS.
Al-mu'minuun : 8).

c. Untuk spam, kita tidak mesti menjawabnya.

5. Pada waktu Reply, hapus bagian yang tidak perlu.
Ini etika yang berlaku di dunia maya, bukan hadits.
Misal ada 5 kali reply, maka yang 4 kita hapus, cukup lampirkan pesan yang terakhir
aja. Ini untuk menghemat waktu bagi penerima untuk membacanya.

6. Menuli sms dengan singkat.
Khusus sms, dianjurkan untuk menulis pesan dengan singkat (namanya juga SMS), harus
disiasati agar tidak melebihi layar. Karena akan menyulitkan bagi yang menerimanya,
apalagi kalo yang menerima pesan hp-nya jadul.

7. Menjawab invite event/calendar.
Kalau ada invite event/calendar dari kenalan, biasanya ada RSVP, ada pilihan
attending, not attending, maybe. Pilihlah salah satu diantaranya. Ini untuk
memudahkan panitia penyelenggara untuk mengkalkukasi jumlah yang hadir.

8. Apabila mengutip dari suatu website, tulis lengkap nama website (menghormati hasil
karya orang lain).

9. Tidak menggunakan account orang lain tanpa seijinnya.
Karena kalau kita menggunakan account orang lain, itu merupakan penipuan dan
pelanggaran berat, yang bisa menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan.

10. Memberikan Konfirmasi dari pesan yang masuk.
Untuk memberikan sinyal balasan kepada penerima bahwa pesannya sudah diterima dan
dibaca. Dimana pesan yang masuk ini tidak memerlukan jawaban, meskipun begitu
sebaiknya kita memberikan konfirmasi balik.
Kecuali, kalau membutuhkan biaya, misal sms membutuhkan biaya pulsa, atau internet ke
warnet. Kalau gratisan sebaiknya dibalas.
Atau kalau tempatnya jauh, misal warnetnya jauh, sehingga tidak efisien untuk
menjawab.
Kecuali, juga kalau recipient-nya banyak, kita tidak terlalu dituntut untuk
memberikan konfirmasi balik.

11. Tidak memposting Topik yang sama
Dalam suatu website, cari dulu Topik yang diinginkan dalam Forum/Thread. Setelah dipastikan tidak ada, baru buat Topik baru. Ini untuk memudahkan pengguna lain yang ingin mencari Topik bersangkutan, tidak ada dualisme Topik.

12. Berikan penghargaan situs yang membantu Anda.
Caranya, misalnya dengan di-link di situs jejaring sosial, atau 'Like' atau 'Share', atau beri komentar/pesan di situs tersebut, atau 'rating'.

13. Cek email secara berkala
Cek email secara rutin, untuk melihat ada pesan dari kenalan yang masuk. Seminggu sekali, atau paling lama sebulan sekali. Ini tidak terlalu mahal, daripada kita harus berkunjung ke rumahnya. Karena ini bagian dari menjaga silaturahim.
"Siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah menyambung tali silaturahim" (muttafaq alaih)

Rabu, 29 September 2010

ADAB SAFAR

1. Berpamitan kepada saudara, tetangga, dan teman-temannya, dan mengucapkan doa kepada mereka :

َسْتَوْدِعُ اللَّهَ أَمَانَتَكَ وَدِينَكَ وَخَوَاتِيمَ أَعْمَالِكَ

Artinya, “Aku menitipkan kepada Allah Ta’ala agama, amanah, dan penghujung amal perbuatanmu.” (HR. Abu Dawud).

Sedangkan orang yang ditinggalkan mengucapkan doa :

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ ، وَوَجَّهَكَ إِلَى الْخَيْرِحَيْثُ تَوَجَّهْتَ

Artinya, “Semoga Allah Ta’ala membekali ketakwaan untukmu, mengampuni dosamu, dan memalingkanmu kepada kebaikan di mana saja kamu berada” hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Sesungguhnya Luqman berkata, “Sesungguhnya Allah lapabila dititipkan sesuatu kepadaNya, niscaya Dia akan menjaganya.” (HR. an-Nasa’i dengan sanad yang jayyid)

Nabi saw bersabda: Apabila seorang muslim akan bepergian, ia harus memberitahukan saudara-saudaranya. Begitu pula wajib bagi saudara-saudaranya menemui ketika ia kembali.

2. Ketika mengendarai kendaraan membaca doa :

سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا البِرَّ وَالتَّقْوَى ، وَمِنَ اْلعَمَلِ مَا تَرْضَى ، اللَّهمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِي سَفَرِنَا هَذَا ، وَاَطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ ، اللَّهمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيْفَةُ فِي اْلأَهْلِ ، اللَّهمَّ إِنيِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبََةِ الْمَنْظَرِ ، وَسُوْءِ المُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَ اْلأَهْلِ وَالْوَلَدِ

Artinya, “Dengan nama Allah dan demi Allah, dan Allah Maha Besar, aku bertawakkal kepada Allah, dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah Yang Maha Agung lagi Maha Tinggi, karena kehendak Allah sesuatu terjadi, adapun jika Allah tidak menghendaki, maka tidak akan terjadi. “Maha Suci Allah yang telah menjalankan kami, dan sebelumnya kami tidak mampu, dan hanya kepada Rabb kami, kami kembali, Ya Allah! sesungguhnya aku memohon kepadaMu kebaikan dan ketakwaan di dalam perjalanan kami. Begitu pula amal yang Engkau ridhai. Ya Allah mudahkan/ ringankanlah perjalanan kami ini, dan jadikan perjalanan yang jauh menjadi dekat dari kami. Ya Allah! Engkaulah teman di dalam perjalanan, dan Pemimpin/ Penjaga keluarga dan harta. Ya Allah! sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari lelahnya perjalanan, dan sedihnya pemandangan, serta kesia-siaan tempat kembali, dan buruknya pemandangan pada harta, keluarga, dan anak.” (HR. Abu Daud, Shahih).

3. Sepanjang perjalanan memperbanyak Dzikir ((kitab Mafatihul Jinan, bab 2, halaman 303).

4. Ditemani oleh 3, 4 orang yang shalih, terutama malam hari.

“Seorang pengendara (musafir) itu adalah setan, dua orang pengendara itu adalah dua setan, dan tiga orang pengendara adalah sekelompok musafir.” (HR. Abu Daud, an-Nasa’i dan at-Tirmidzi, hadits shahih)

“Seandainya manusia mengetahui apa (bahaya) yang terdapat dalam kesendirian seperti yang kuketahui, niscaya tidak ada seorang pun yang bersafar pada waktu malam hari seorang diri.” (HR. al-Bukhari).

5. Mengangkat pemimpin diantara orang-orang yang safar.

“Apabila tiga orang keluar untuk bersafar, maka hendaklah mereka mengangkat salah seorang di antara mereka untuk menjadi pemimpin/ amir.” (HR. Abu Daud).

6. Ketika keluar rumah membaca doa :

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ اللَّهمَّ إني أعوذ بك أَن أَضِلَّ أو أُضَلَّ ، أَو أَزِلَّ أو أُزَلَّ ، أو أَجهَلَ أو يُجهَلَ عليَّ

Artinya, “Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah, Ya Allah! sesungguhnya aku berlindung kepadaMu, jangan sampai aku sesat atau disesatkan (syetan atau orang yang berwatak syetan), atau tergelincir dan digelincirkan (orang lain), atau dari berbuat bodoh atau dibodohi.” (HR. Abu Daud).

7. Hendaklah safar pada hari Kamis pagi.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju perang Tabuk pada hari Kamis. Dan telah menjadi kebiasaan beliau untuk bepergian pada hari Kamis.[HR. Bukhari no. 2950.]

Do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada waktu pagi,

Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Daud)

8. Mengucapkan takbir ketika melewati tempat yang tinggi,

Dari Abu Hurairah, “Bahwasanya seorang lelaki bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku hendak bersafar, maka berilah aku nasehat” Beliau menjawab, “Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah Ta’ala, dan mengucapkan takbir (bertakbir) ketika melewati tempat yang tinggi.” (HR. at-Tirmidzi, hadits hasan).

9. Apabila takut terhadap gangguan makhluk, membaca doa :

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Artinya, “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan.” (HR. Muslim)

10. Banyak berdoa, karena doa orang yang safar mustajab.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Terdapat tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi padanya: do’a orang yang dizhalimi, do’a orang yang bersafar, dan do’a orang tua kepada anaknya.” (HR. at-Tirmidzi, hadits hasan).

11. Apabila telah selesai hajatnya, menyegerakan pulang.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Safar adalah sepotong dari adzab (siksaan), Ia menghalangi salah seorang di antara kalian dari makan, minum, dan tidurnya. Maka apabila salah seorang di antara kalian telah menyelesaikan hajatnya dari safarnya, hendaklah dia segera pulang ke keluarganya.” (Muttafaq ‘alaih).

12. Diusahakan tidak pulang ke keluarganya malam hari. (HR. Bukhari dan Muslim)

13. Untuk perempuan tidak boleh bepergian memakan waktu sehari, kecuali bersama muhrimnya.

“Tidak halal bagi seorang perempuan bersafar yang memakan waktu perjalanan sehari semalam kecuali bersama mahramnya.” (Muttafaq ‘alaih).

14. Tidak mendengarkan nyanyian yang sia-sia.

“Malaikat tidak akan menemani safar seseorang yang ditemani anjing dan membawa lonceng/alat musik.” (HR. Muslim)

15. Dalam safar, shalat boleh dijamak, dan dianjurkan Qoshor.

Ibnu Abbas menuturkan: "Adalah Rasulullah saw menjamak shalat Dhuhur dengan Ashar, Magrib dengan Isya di Madinah, tanpa karena ada rasa takut (penyerangan musuh) juga tanpa karena adanya hujan lebat". Ibnu Abbas lalu ditanya, mengapa Rasulullah saw melakukan hal itu? Ibnu Abbas menjawab: "Hal itu dimaksudkan agar tidak memberatkan ummatnya" (HR. Muslim).

Rasulullah ketika ditanya Umar bin Khattab mengenai Shalat di-qoshor, “Ia suatu sedekah yang telah disedekahkan oleh allah kepada kamu. Oleh karena itu, terimalah sedekah Allah.” (HR. Muslim)

Ibnu ‘Umar ( رضي الله عنه‎ ) berkata:

“Aku pernah menemani Rasulullah () dalam perjalanannya dan beliau tidak pernah mengerjakan shalat lebih dari dua rakaat (bagi setiap shalat). Demikian juga dengan Abu Bakar, ‘Umar, dan ‘Usman radhiyallåhu ‘anhum. (HR Muslim No. 689)

16. Boleh shalat diatas kendaraan.

Ibnu Umar ia berkata, "Rasulullah saw ditanya tentang salat di atas kapal, maka jawabnya: 'Salatlah di sana sambil berdiri, kecuali jika kamu takut tenggelam'!" (HR Daaraquthni dan Hakim menurut syarat Bukhari dan Muslim)

17. Melakukan shalat 2 rakaat ketika pergi dan pulang dari safar.

Jika engkau keluar dari rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah.”

(HR. Al Bazzar).

18. Dianjurkan Shalat Sunat Qobla Subuh.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Kegigihan dan kesungguhan Rasulullah () dalam memelihara shalat sunnah sebelum Subuh lebih besar daripada shalat sunnah yang lainnya sehingga beliau tidak pernah meninggalkannya. Begitu pula shalat witr, sama ada ketika dalam perjalanan mau pun ketika sedang di rumah… Tidak pernah dinukil bahwa Rasulullah () mengerjakan shalat sunnah rawatib selain shalat sunnah sebelum subuh dan shalat witr dalam perjalanannya.” (Zaadul Ma’aad fii Hadyi Khairil ‘Ibaad, 1/315)

19. Apabila sudah pulang, disunnahkan berkumpul dengan istri.

“Artinya : Jangan tergesa-gesa hingga engkau dapat datang pada waktu malam -yaitu ‘Isya’- agar ia (isterimu) sempat menyisir rambut yang kusut dan mencukur bulu kemaluannya. Selanjutnya, hendaklah engkau menggaulinya” (HR. Bukhåriy, Muslim, Ahmad, al-Baihaqiy)